Aksi militer Amerika Serikat (AS) yang melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro di wilayah kedaulatannya sendiri menuai kritik tajam dari kalangan akademisi. . Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad), Teuku Rezasyah, menilai tindakan AS tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam PBB. . Terkait posisi Indonesia yang memegang prinsip politik bebas aktif, Rezasyah mengakui bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI saat ini berada dalam posisi yang dilematis. . Di satu sisi, Indonesia harus menjunjung tinggi hukum internasional, namun di sisi lain, Indonesia perlu menjaga relasi strategis dengan AS. . “Saat ini Kemenlu masih sangat berhati-hati, jangan sampai AS merasa kita berseberangan dengan mereka. Sebab, Amerika Serikat ini bisa menjadi kawan, namun juga potensi masalah,” kata Reza kepada Pikiran-rakyat.com, Minggu, 4 Januari 2025. . Rezasyah menyarankan agar Indonesia tidak merespons secara sendirian. Ia mendorong pemerintah untuk segera membawa isu ini ke tingkat regional guna mencapai kesepakatan kolektif. . Julkifli Sinuhaji/PRMN . #Venezuela #NicolasMaduro #AmerikaSerikat #Trump
Untuk Pertanyaan Lebih Lanjut


Leave a comment: